Selasa, 24 Desember 2019

Short Life After Long Time No Write


Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang lalu atau bahkan mempost untuk menambah bahan cerita hidup.
Setelah menikah lebih berfokus dikegiatan ngajar, entah dibiMBA atau ngajar private. Sebenarnya sebelum menikah juga udah ngajar sih, Cuma tujuannya beda. Dulu sebagai mata pencaharian utama kalau sekarang untuk mengisi kekosongan waktu sambil bantu-bantu juga sekalian bisa ditabung, ya intinya bukan sebagai utama. Alasannya lama gak nulis ya karna emang berasa gak ada waktu aja, kaya berasa susah mikir kalo nulis, habis itu mager juga karna dari pagi sampe sore aku ngajar dibiMBA habis itu malamnya lanjut ngajar private sampe habis isya jadi keseringan pulang setengah sembilan atau bahkan lewat nyampe rumah. Jadi gak kepikiran buat nulis...
Sekarang? Ya alhamdulillah aku beritikad ingin menulis hehe. Jadwal sekarang sangat longgar jadi dimanfaatkan buat masak, dengerin lagu favorite aku, habis itu kaya sekarang nulis. Enak ya punya banyak waktu senggang bisa ngelakuin yang kita mau tanpa harus terikat. Apalagi menghabiskan waktu bareng keluarga tanpa harus mikir kerjaan huft.
dipikir-pikir beban banget kerja ninggalin keluarga tanda kutip suami. Seandainya aja diijinin libur selama suami ku ada dirumah... ‘perandaian yang fana’. Smoga kamu mengerti sayang, dan juga bersabar...
what happened after almost 4 months got married? Well, apa ya? Oke, setelah 4 bulan menikah akhirnya aku hamil dan sekarang memasuki bulan kedua. Are you happy with that? Sure iam, sempet berjuang juga waktu dibulan ketiga apa kedua setelah nikah (agak lupa) sampai akhirnya aku kaya beritikad dengan cari-cari info digoogle dan youtube mengenai program hamil. Ada beberapa opsi sih kemaren, dan aku coba. Selama 2 minggu mencoba alhamdulillah positif, rada gak percaya juga waktu itu ko bisa. Tapi setelah mikir ya bisa dengan tentunya cara tuhan. Mungkin faktornya bukan hanya sekedar aku mencoba selama 2 minggu itu sih. Sempet juga kemaren minum susu disaranin sama temen mungkin salah satunya karna itu
What else? Lebih spesifik tentang aku sama suami ya gak terlalu sih, Mungkin nanti setelah 1 atap. Oh iya, bulan ini terakhir aku kerja dibimba... how do you feel? Exactly this is not what  i want. Tapi kembali lagi, status ku bukan bujangan kaya dulu yang seenak hati membuat keputusan sendiri. Kaya yang aku bilang tadi ini bukan yang aku mau tapi intinya aku harus mau... gak mau berpisah sih sebenarnya sama orang-orang yang sering aku temuin sejenis gak mau keluar dari zona aman sih, ya agak susah aja sosial yang kita bangun habis itu kita tinggalin dengan perpisahan berasa gak yakin aja bakalan nemu orang sebaik yang kita temuin sekarang. Ngerti gak sih.... mudah-mudahan ngerti ya. Hheehe. Tanpa disadari keluar dari zona nyaman menyenangkan sebenarnya tapi gimana ya susah aja awal-awal.
Tanpa disadari juga ini bakalan dari mimpi ku waktu sma dulu, pengen merantau jauh dari orang tua. Pengen mandiri, pengen ketemu orang baru, tapi ko gini ya rasanya gak mudah ternyata cuy. Bedanya sama dulu, dulu pengen kuliah diluar, sekarang mah beda bakalan ngikutin suami. Memang ya tuhan punya jalan dan rencana untuk mewujudkan mimpi-mimpi hambanya... lama tidak bermimpi by the way, oh ada mari diaminkan.
Mari berpesan: percaya lah menikah memang mengasyikkan, apalagi bertemu dengan seseorang yang memang benar-benar mirip dengan kita seperti halnya punya hobi yang sama misalnya, sesatu tujuan dengan kita. Dan tentunya menikah memang harus satu tujuan bukan? Hehe. Intinya you’re gonna really happy if you found the right one. Insyallah in the right time too. Jangan lupa berdoanya harus spesifik biar ketemu jodohnya gak nanggung-nanggung, misal nih sekarang belum ketemu ya tetep berdoa atau kalau enggak setidaknya mikir apa sih yang kurang dari diri kita. That’s what i thought at that time. Dan satu hal selalu berpikir positif.



Rabu, 28 Agustus 2019

Menikah

 Tahun lalu (2018) aku pernah berdoa ketika hujan “ya Allah aku ingin sekali menikah tahun depan (2019)”. Berdoa sekaligus berharap juga sih waktu itu, dan memang waktu itu juga aku sedang berkomitmen dengan seseorang  jadi tidak ada salahnya membuat doa dan pengharapan yang baik untuk hubungan kedepannya.
Dan Allah maha baik, didengar-Nya doa dan harapan ku, diperlancar dan dipermudah-Nya segala urusan ku berdua untuk kejenjang pernikahan. Segala kecemasan mengenai diri ku alhamdulillah tertutupi dengan dipermudahnya ijab dan kobul.
Kamu yang sekarang sudah ku sebut sebagai suami, terima kasih banyak atas segala waktu dan pengorbanannya bahkan pikirannya juga. Terima kasih sudah melingkarkan cincin dijari tengah ku (karna ga muat dijari manis). Terima kasih sudah menghadiahkan ijab dan kobul dibulan lahir ku (agustus). Cant wait for our next adventures.... 

Selasa, 02 April 2019

Sudah Lama Tidak Menulis



Hmm, mengenai apa ya? Begini saja. Tahun ini berasa memang baru, memulai hal baru, ketemu orang baru, dan mencoba berkomitmen dengan hal yang baru. Rasa-rasanya agak susah beradaptasi dengan hal yang baru, memulai segalanya dari awal...  sampe jadi terbiasa itu gak mudah. So far mudah alhamdulillah. Entah ini sudah direncanakan atau memang hanya sekedar kebetulan tapi yang aku tau gak ada yang namanya kebetulan.
Berasa pengen kembali dimana aku punya mimpi besar, pengen mewujudkan mimpi yang sempat tertunda. Hanya saja aku pengen mewujudkan mimpi yang satu ini dulu. Sebelum mewujudkan mari membenahi diri.
3 bulan berlalu, aku sudah mulai menerima... yang awalnya aku selalu mempertanyakan kenapa dan kenapa. Sekarang sudah sadar dan banyak mensyukuri. Benci awalnya sempat gak ada niatan mencari, entah hati kecil berdoa ‘smoga suatu saat bisa berjumpa’.amien. kadang sempat terpikir gimana mukanya mirip sama aku atau enggak. Tapi ya sudahlah kalo memang rejeki insyaallah kita ketemu...
Bulan ini dan bulan-bulan berikutnya aku perlu membenahi diri, dari hal kesensitifan perasaan, perlu belajar banyak hal lagi semisal memilih buah yang bagus hehe. Aku memang tidak pandai dalam hal memilih buah atau dalam segala hal, aku pun juga sangat banyak dan penuh kekurangan tapi insyaallah disetiap kekurangan pasti ada kelebihan entah dalam hal apa ckck. Kalau memang dari hati insyaallah pasti menemukan kelebihan ku (maunya) . Aku sangat berterima kasih darinya membuat ku sadar harus banyak belajar hal baru yang sepele sekali pun. Banyak sifat yang aku tidak suka, dari itu membuat ku lebih kuat terkhusus hati, seperti sudah biasa. Dan memang menganggap hal itu sudah lumrah. Terima kasih membuat ku lebih kuat, dan aku hampir tidak bermain dengan perasaan lagi. Tapi aku wanita tetap saja kadang aku bermain dengan perasaan... walau hampir sudah tidak. Ah apa bedanya. Sama saja tetap bermain. Smoga kamu bisa mengerti,  aku tidak diproduksi untuk sejuta kelebihan... tapi terima kasih sudah banyak membantu dan menemani


Bersama




Yang namanya kita berdua, berjuang juga bakalan berdua entah dalam hal apapun. Rasa-rasanya aku gak peduli orang-orang bilang, kamu saja yang mengusahakannya sedangkan aku sebagai perempuan cukup menunggu. That’s not me at all. Aku tidak ingin sama sekali membebankan walaupun menurut kamu gak beban sama sekali, kadang aku mikir kamu kuat? (bukan berarti aku mikir kamu lemah) kadang aku selalu bertanya-tanya apa yang sedang kamu pikirkan disela-sela kamu bengong. Harap ku apa yang kamu pikirkan hanya sebatas hal ringan saja.
Aku ingin kamu tetap beriringan dengan ku, justru itu aku juga mengusahakan untuk ‘Kita’. Dan semoga jalan untuk ‘Kita’ dipermudah.
Hal yang paling membuat ku senang sekaligus jengkel, waktu kamu melamar. Waktu itu memang membahagiakan, berasa gak percaya. Melamar dengan cara yang sangat tidak seperti orang banyak tapi kamu menyampaikannya dengan cara kamu sendiri. Jengkelnya, ko iya aku gak terharu kaya orang kebanyakan.
Kamu mulai tau kan sifat asli ku, hehe. Smoga dengan hal itu tidak memudarkan rasa beriringan kamu dengan ku.
Tangan ku sudah sangat gatal untuk mengumumkan bahwa kamu sebenarnya sudah melamar, tapi ya sudahlah hanya kita saja yang tau dan adik ku.
Terima kasih sudah menampung berbagai keluh kesah dari ku, terima kasih tidak beranjak untuk pergi setelah tau sifat asli ku, terima kasih sudah banyak membimbing. Ilyas.



Minggu, 06 Januari 2019

2018 Just Passed


Gak berasa 2018 udah kelewat, sebenarnya berasa sih hehe. Banyak hal yang dilalui disepanjang tahun kemaren. Dari aku kena pengurangan karyawan, nganggur, ketemu kerjaan baru lagi yang aku passionate banget dari jaman kuliah, habis itu kenal sama orang yang sekarang bareng sama aku Alhamdulillah Allah maha baik. Apa yang aku lalui disepanjang 2018 emang gak ada yang kebetulan udah punya jalan cerita.
Tapi yang masih bikin aku penasaran, sekitar pertengahan tahun 2018 aku pernah ngelamar kerja hampir 3 kali diperusahaan yang sama. Cuma selalu gagal. Pernah satu kali ngerasa yakin bakalan keterima, eh taunya enggak.
Di 2018 aku kaya ngebet pengen nikah sama bule, sampe akhirnya kaya hopeless dan ya sudah jodoh gak lari kemana ye kan.
Sekitar bulan november kalo enggak salah, bulan tersedih... bulan yang berasa gak pengen dilalui. Sampe sekarang juga masih berasa aneh, ko bisa, gimana entarnya? Berasa gak sanggup kadang. Berasa gak nyata tapi emang nyata.

Minggu, 18 November 2018

Words Cant Describe!


Well, how can i say thank you for that u’ve given to me until now?. Kayanya bener kata qoute yang sering bilang tuhan itu sayang sama umatnya, hari ini dikasih sedih bisa aja besok-besok bahagia. Who knows right?. Hari ini dikasih susah bisa aja dalam hitungan jam kesusahan yang kita rasa berubah jadi rasa dimudahkan. Iya dimudahkan that’s what i felt. Terima kasih sudah banyak membantu entah dalam hal doa, pikiran, dan lain-lain.
Setelah 22 tahun, apa yang sering aku tonton mengenai sinetron (...). berasa gak nyangka aku bernasib yang sama dengan alur sinetron yang aku tonton. Berasa gak percaya tapi harus percaya, sebenarnya sejak smp/sma udah ngerasa Cuma aku selalu mikirnya kayanya enggak. Pernah juga feeling bilang oke saat ini kayaknya engga, maksudnya aku pengen denger langsung dari orang entah itu kerabat. Beberapa tahun setelahnya bulan ini tepatnya aku tau aku sebenarnya. Sedih memang, 1 minggu masih mikir. Bahkan sekarang masih, masih penyesuaian.. aku lebih sering mikir kegini ‘pantesan aku beda dari ini’. ‘pantesan bla..bla..bla..’ dan banyak pantesan yang lainnya. Pernah mikir gak siap ketemu keluarga besar karna aku beda, karna aku bukan ..., tapi ya sudahlah. Kali ini aku harus benar-benar bersyukur, seandainya alur hidup aku enggak kegini mungkin aja aku enggak ngerasain yang namanya kuliah. U cant predict how ur life is. Terima kasih banyak you allowed me to meet the best parent ever, Mama dan Ayah.
Hampir 1 bulan lebih enggak ngeblog kayaknya, apa yang pengen dishare diblog kaya stay dipikiran aja selama 1 bulan. How can i do. But alhamdulillah you came into my life and fixed my laptop’s charger.

Jumat, 05 Oktober 2018

Sad Bird Still Sing


Mulai dari mana ya?, hmmm oke mulai dari aku ngajar. Entah setelah kesini-kesininya kok aku ngerasa beban. Ngajarin anak orang tenyata enggak gampang, kadang sedih karna susah ngehandle anak yang aktifnya luar biasa. Berasa aku belum mampu ngibimbing ini anak dalam hal belajar, lebih parahnya aku ngerasa pengen give up. Keluar pikiran mau mundur tapi hati ngomong, kan dulu bukannya kamu pengen ini? Setelah tercapai masa iya mundur gitu aja. Seketika pikiran mau mundur sirna. Diliatnya aja kaya gampang sebenarnya susah, setelah susah memang bakalan ketemu sama fundi. Aku ngomong realnya aja, sebelum ketemu fundi(money) kita mesti berjuang dulu ngehandle ini anak. Gak cuma ngehandle sih, membimbing anak supaya termotivasi buat belajar, misalnya anaknya susah buat diajak kompromi belajar gimana caranya kita sebagai guru membuat sianak ini mau belajar. Disisi itu jangan sama sekali memaksa lo ya.
Judul blog aku kali ini maksudnya, burung yang sedih tapi masih tetap bernyanyi. Even we have so many problems in life we have to be happy. Im so grateful i have problems a lot i think but when i meet you as my student no as my kids i feel so happy and really happy. Berasa punya banyak masalah kalo ngeliat anak-anak kaya engga punya masalah.
Beberapa hari ini kaya berasa ada yang beda, bukan kaya lagi sih sebenarnya emang berbeda. aku diam bukan berarti enggak sadar. Diam maksudnya kalo aja besok udah kaya biasa, tapi ini beda. And i know everyone change everyday but you are different, you changed but strange for me. It feels like ur tottaly different. I dont need your sorry actually i just need ur specific reason why?... i hope you are fine there love. And i cant wait to meet you this month to talk anything like before we did.

Short Life After Long Time No Write

Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang la...