Sabtu, 30 September 2017

Bagian Hidup, Selanjutnya...



Jadi, aku sudah terwisuda diawal bulan september 2017 yang lalu. Seneng? Biasa aja, karna setelah wisuda bakalan mikir keras buat kerja. Part hidup yang paling agak susah yaitu nyari kerja, sebenarnya nyari kerja sama dengan susah-susah gampang berasa kaya ngejemput jodoh ‘kata orang’.  Setelah wisuda beberapa hari aku genjar-genjarnya nyari lowongan kerja disosial media, dan bulan ini sekitar 8 lowongan kerja yang aku apply. Hasilnya? Aku dapet 2 interview, satunya lagi langsung tes dadakan. Interview pertama endingnya aku menolak untuk kerja disana karna komisi yang aku dapat dibawah standar ump, interview kedua aku masih belum yakin karna kalau seandainya aku meng-iyakan otomatis aku bakalan move kekota mama ku, dan tes dadakan masih belum tau hasilnya.
Pernah ada diposisi lelah berusaha dan bahkan berdoa, lelahnya nunggu panggilan kerja. Tapi aku yakin, inshaallah Allah sedang mempersiapkan pekerjaan yang terbaik untuk ku jikalau aku memang ditakdirkan untuk merantau dikota orang moga-moga kedepannya aku menjadi perantau yang sukses. Amin.
Pendidikan sebenarnya bukan hanya sekedar topik utama dalam mencari kerja, kita juga perlu mengasah skill otak dan kemampuan yang kita bisa. Perusahan atau instansi yang mencari pekerja gak Cuma ngeliat sisi kehebatan transkip nilai bahkan IPK yang cumlaude, bisa aja orang yang IPK nya standar bahkan bisa melebihi IPK yang cumlaude.
Susah nyari kerja, kenapa gak pake orang dalam? Biar instan. Begini, tujuan aku kuliah adalah mengasah pikiran aku menjadi lebih kritis dalam berpikir  selain dari menuntut ilmu. Gimana kalo yang lulusan sma? Ya pasti ada mikir ke gitu kalo ada yang mikir kearah yang lebih kritis. Gak ada larangan juga sebenarnya nyari kerja pake orang dalam, tapi alangkah baiknya berusaha dulu dengan usaha sendiri semaksimal mungkin biar tau lelahnya berusaha ditolak sana-sini tapi akhirnya ada nikmat yang dituai dibandingkan dengan cara orang dalam in the endnya kita bakalan berhutang jasa bukan?. Aku ngeliat fakta bahwa, kerja pake orang dalam itu sama dengan memudarkan semangat orang yang benar-benar punya skill. Pikir aja pake logika, orang yang gak ada skill setelah pake orang dalam dengan mudahnya dapet kerja tapi sebaliknya orang yang pure punya skill malah diterbelakangkan.
                                                                                            

Selasa, 05 September 2017

Mengenai Mimpi



Setiap manusia pasti punya goals atau mimpinya masing-masing, dan bahkan setiap otak bisa menciptakan mimpi-mimpi yang berbeda bahkan unik. Pernah punya mimpi yang unik menurut diri sendiri tapi aneh menurut orang lain, gak? Kalo aku alhamdulillah gak pernah hehe. Aku tipikal orang yang suka mengabadikan sesuatu melalui media. Kadang mimpi yang tiba-tiba muncul aja langsung aku tulis, biar tau mimpi mana aja yang udah kesampean... biar tau juga rasanya bermimpi, biar tau juga mimpi itu nyata adanya, biar tau juga gak ada yang gak mungkin selama kita masih berada didunia-Nya.
Mimpi tanpa aksi nihil gak?, menurut aku gak nihil sih. Balik lagi manusia punya takaran rejekinya masing-masing, kalo Allah besok memberi dia rejeki lebih lalu dia merealisasikan mimpinya who knows. Perlu waktu memang. Yang beraksi juga malah perlu waktu bukan?. Jadi intinya selama bermimpi itu free bermimpi aja, aksi atau gak ada aksi masalah belakangan.
Mimpi itu sama dengan membangkitkan semangat hidup, dengan bermimpi setidaknya kita punya tujuan hidup. 




Mimpi (no 1) ini dulu aku tulis sekitar awal perkuliahan, yang jelas semester 1 waktu itu. Dengan harap aku bakalan ngejalaninnya dengan lancar kaya jalan yang baru diaspal, tapi nyatanya Allah berkehendak lain. Semester 4 aku kesulitan untuk bayar ukt bahkan sempat berniat untuk terminal (blog mengenai terminal http://roromanoe.blogspot.co.id/2016/08/gagal-men-terminalkan-diri.html ), dan baiknya Allah ia mengirimkan dosen pembimbing yang aku kira beliau dosen yang sangat killer tapi padahal teramat sangat baik. Mimpi (no 2) ini juga aku tulis barengan sama mimpi yang paling atas, gak pernah nyangka bakalan terwujud.. aku dapet predikat yang sangat memuaskan kaya yang pernah aku tulis walaupun gak cumlaude karena aku sadar otak ku standar. Alhamdulillah terima kasih atas perjalanan jihad ilmu nya yang luar biasa banyak mengajarkan arti sabar, ikhlas, berusaha, optimis. Dan aku bakalan wisuda tanggal 13 september 2017 walaupun tanpa didampingi ayah, tapi aku yakin beliau akan berada ditengah-tengah proses wisuda. Smoga yang sedang berjihad ilmu, dilancarkan dan dimudahkan segala sesuatunya..





Mimpi terceklis itu maksudnya udah kesampean, aku nulis mimpi itu sekitaran awal 2016 yang mana aku sering kemakam ayah ku. Setiap kesana pasti ketemu sama bandara intinya ngeliat pesawat lah. Dan aku beberapa kali lewat disana selalu bikin pengharapan ‘ya Allah, entah itu kapan. Mudah-mudahan  aku bisa naik pesawat lagi secara gratis dan dapet komisi’. Beberapa bulan aku nge-keep harapan dan doa buat naik pesawat lagi dan alhamdulillah bulan maret kalo engga salah aku naik pesawat secara gratis dan dapet komisi plus aku ketemu banyak orang yang luar biasa (blog mengenai naik pesawat gratis http://roromanoe.blogspot.co.id/2016/03/jakarta-18-20-maret-2016-alumni.html ). Aku engga terlalu banyak aksi sih buat nge-reach mimpi yang ini, aku Cuma ngisi form habis itu aku kirim nunggu beberapa hari setelah itu aku berangkat. See, mimpi tanpa aksi?

Sabtu, 02 September 2017

Stuck



Pernah ngerasa stuck disitu-situ aja gak hidupnya?, pernah bosan dengan hidup yang gitu-gitu aja?, pernah berencana untuk mengubah hidup yang lebih berfaedah? Tapi bingung harus mulai dari mana, pernah?, Pernah ngerasa hidupnya standar aja?, pernah iri dengan hidup orang lain yang dengan mudahnya menggapai mimpi?.
Aku ngerasa hidup aku stuck gak ada perubahan, apa dengan hanya berdiam diri dan menjauh dari keramaian akan membuat hidup seseorang stuck ditempat? Hmm Sepertinya tidak. Aku pernah ngerasa bosan dengan hidup yang gini-gini aja, bukan berarti gak bersyukur dengan hidup Cuma berasa pengen keluar dari zona kebosanan itu aja gak lebih. Aku juga sempet punya plan untuk mengubah hidup yang lebih berfaedah tapi bingung harus mulai dari mana. Bisa disebut perlu pencerahan. Hidup standar, berasa gak ada keahlian apa-apa, berasa skill juga pas-pasan... berasa orang-orang lebih jago dari pada diri sendiri. Apa semuanya bermula dengan tidak bersyukur?. Tau ah gelem. Nyatanya aku lebih dari sangat bersyukur. Kenapa orang lain lebih dulu menggapai mimpinya dibandingkan aku, bahkan dengan sangat mudah? Orang lain kan berjuang, aku juga berjuang.. dan bahkan apa yang aku perjuangan nyatanya nihil. Dan untuk kembali berjuang rasanya aku lelah.
See, berasa tidak enaknya kalo udah menginjak umur kepala 2 lebih sedikit. Pengen balik kemasa anak-anak rasanya gak mungkin, pengen gak mengakui bahwa sudah kepala 2 tapi nyatanya akta kelahiran membuktikan segala-galanya. I need someone to help me.

Short Life After Long Time No Write

Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang la...