Waktu
sd cita-cita aku pengen jadi dokter, entah dari mana cita-cita itu nemu yang
pasti dulu itu cita-cita sempat beken dijamannya hehe... setelah lulus sd aku
mikir masa ia pengen jadi dokter tapi cabut gigi aja gak berani, dan saat itu
juga bubar lah cita-cita menjadi dokter.
Sekolah Menengah Pertama
Jaman smp kelas 2 waktu
itu, aku sempet pengen jadi penyiar radio karena waktu itu aku hobinya dengerin
radio. Jadi setelah pulang dari sekolah waktunya full time sama radio,
sampe-sampe alm.ayah marah karna aku selalu dikamar mengurung diri dengan
siradio kesayangan. Pernah suatu ketika ayah ku nanya tentang cita-cita “kamu
entar mau jadi apa?” jawab ku “rasanya, aku pengen jadi penyiar radio deh”
respon ayah ku “halah penyiar radio, gak usah sekolah juga bisa jadi penyiar
radio. Ngapain sekolah tinggi tapi pengen jadi penyiar” saat itu juga akunya
down… ngerasa engga disupport banget pada waktu itu… emang ia sih sebenarnya
hehe…
Sekolah Menengah Atas
Nah
setelah memasuki sma, aku punya banyak cita-cita pertama jadi diplomat. Pertama
kali denger kata diplomat dari guru ku, beliau cerita tentang salah satu alumni
dari sekolah aku yang melanjutkan pendidikannya ke diplomat. Setelah itu aku
search tentang diplomat dan wow menakjubkan, pekerjaan menjadi diplomat yang
sangat aku kagumi pada saat itu adalah bisa tinggal diluar negeri dan ketemu
orang penting. Cita-cita jadi diplomat harus pupus dikelas 3 sma, disebabkan
oleh factor ketidak mampuan financial (waktu itu keluarga ku mengalami masalah
ekonomi) aku Cuma mikir, ya sudahlah mungkin itu bukan yang terbaik untuk aku…
dan pasti ada yang lebih baik untuk masa depan aku. Kedua, waktu SNMPTN aku
daftar dijurusan akutansi (sebenarnya aku benci itung-itungan, dan aku sadar
‘sangat-sangat’ sadar nilai aku di pelajaran itung-itungan itu sangat anjlok
banget pada saat sma… tapi kenapa tetep milih jurusan akutansi. Well
penyebabnya adalah karna lapangan pekerjaannya dan jenjang karirnya bagus
(salah engga sih mikir kaya gitu? Setelah aku pikir-pikir sekarang, pemikiran
aku kemaren itu salah) dan beberapa bulan nunggu akhirnya aku engga lulus
(sedih, sampe nangis waktu mandi) tapi untungnya ada mama yang selalu
ngesupport. Gagal ditahap pertama, mencoba lah ditahap 2 dengan harapan LULUS
waktu itu aku ngedaftar jalur SBMPTN dengan 3 jurusan (adm bisnis, manajemen,
sama ilmu pemerintahan) *kaloenggasalah,,, maklum sudah 2 tahun yang lalu. Dan
hasilnya tetep gagal *ngedownlagi. Gagal ditahap 2, mencobalah ditahap 3 dengan
memilih jurusan bahasa inggris…diuniversitas yang sama yaitu UNLAM. Tapi waktu
tahap 3 aku mencoba ngedaftar diuniversitas lain yaitu IAIN… di IAIN aku milih
jurusan bahasa inggris sama perbankan syariah s1. Ketika pengumuman dibuka aku
engga lulus lagi ditahap 3 tapi aku lulus di IAIN dengan jurusan perbankan
syariah dengan strata D3… *nikmatAllahyangmanakamudustakanrom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar