Memang,
soal gaji sulit dibilang cukup untuk hidup (im trying to be reality) apalagi
kalo kerja dibidang micro finance. Sebenarnya gaji juga perlu dipertimbangkan
dalam memulai karir, tapi balik lagi kalo dipikir-pikir gaji oke tapi
rekan-rekan kerja enggak ada yang support, enggak ada hal yang membangun dari
mereka i feel that’s a bit useless. Aku kerja dibidang finance udah hampir 4
bulan, aku emang baru kerja. Sebelumnya gak ada experience apa-apa Cuma bermodal
ijasah diploma yang ngelamar sana-sini tapi belum ada jawaban (tapi tetep
optimis). Gaji bersih yang aku terima sekitar dibawah 1,5, cukup? If i may say
enggak. Bukannya gak bersyukur dengan pendapatan dibawah umk Cuma kadang it’s
not enough. Tapi aku sangat-sangat merasa cukup dengan kehadiran rekan-rekan
yang memotivasi kalo aku ngerasa ngedown dengan pekerjaan, memberikan masukan
mengenai apapun khususnya pekerjaan, jokesnya mereka enggak sama sekali
menjatuhkan. Terima kasih, aku memang menginginkan bekerja di perusahaan besar Cuma
Allah punya jalan lain. Ini sekedar awal dari perjalanan hidup insyaallah
kedepannya akan lebih baik.
Kita
memang sudah kenal lama sejak beasiswa itu, sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu
mungkin. Karnanya kita sempat berhubungan dekat i dont know why we could be
more than friend at the time. Tapi yang jelas ur good man, totally good. How lucky
ur, got good job after graduated. Kali ini aku hanya bisa sekedar berterima
kasih karna Allah mempertemukan kita. Entah kamu sekedar penolong dalam
kebingungan atau entah apapun itu yang jelas thank you so much. Kamu memang
penolong, penolong dalam bingungnya aku, penolong dalam mimpi ku. Ingat waktu itu?
Kejakarta, beyond access? Form nya? Hehe
Sudah
lama rasanya gak ketemu, berapa tahun? Couldnt remember. Masa lalu yang indah
memang. Tapi ya sudah lah, masa lalu memang hanya sekedar lalu sayangnya iya tidak
menetap untuk waktu yang menjanjikan. Mudah-mudahan kita dipanjangkan umur. Amien.
Happy
graduated, im so happy for you. 3,5 years u made it. Dulu sebelum masuk kuliah
enggak kepikiran bakal satu kampus sama nih atu cowo. Kenalnya lewat facebook, Cuma
sekedar mengagumi alasan kagum juga enggak tau. Waktu itu Cuma karna kembar, jadi
yang ada dipikiran aku bakalan satu kampus sama kembaran satunya diuniversitas
negeri yang basenya enggak agama. Eh tau-taunya aku satu kampus sama
kembarannya atunya lagi diuniversitas yang basenya agama. Bukan masalah sih
sebenarnya, hal yang bagus. Anaknya baik, pantang menyerah i think, semangat
kuliahnya luar biasa, aku tau dia mahasiswa yang sederhana. Sering menolak
ajakan teman kalau ditawari “ikut aku aja yuk xxx” padahal jam kuliah masih
lama... dan banyak hal sejenis kebegitu. Sampai dimana aku pengen negor, tapi
gak ada keberanian.. padahal dia mah orangnya baik, plus ramah. Waktu itu gak
sengaja ketemu lagi ngurus UKT yang telat dibayar, akhirnya setelah 3 tahun
satu kampus tegorannya baru sekali hehe... i was so happy. I know u just make
joke for me... but thanks for the sweethest wordsnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar