Alhamdulillah,
aku sudah diberi kesempatan untuk mengecap bangku perkuliahan, jika harus
dibandingkan dengan anak jalanan yang sekarang aku bina. Aku lebih beruntung
dari pada mereka, justru aku yang lebih beruntung aku harus berbagi dengan
mereka. Membagikan ilmu yang sudah aku dapat dari orang orang yang mempunyai
tingkatan ilmu diatas aku.
Alhamdulillah,
aku tidak sedikit pun kekurangan kasih
sayang dari orang tua ku. Tapi mereka? Aku miris ketika bercengrama dengan
beberapa dari mereka yang mengaku sudah tidak mempunyai orang tua bahkan
keluarga, orang tuanya bercerai, dan ada juga yang menelantarkannya begitu
saja. Namun selebihnya ada juga yang masih mempunyai orang tua, tapi ya itu
tadi karena factor ekonomi mereka harus turun kejalanan.
Alhamdulillah,
pekerjaan ku jelas adalah seorang mahasisiwi. Tapi bagaimana dengan mereka?
Jelas sebagian dari mereka mengamen, menjual koran baru/bekas, jadi tukang
parkir itu semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak hanya sekedar
kebutuhan ‘dirinya sendiri’ melainkan untuk adiknya atau pun ayah dan ibunya.
Alhamdulillah,
aku tidak harus khawatir ketika harus turun kejalanan. Sedangkan anak jalanan,
mereka harus waspada ketika turun kejalanan bukan takut preman atau apa
melainkan satpol pp/polisi.
Jadi
harapan ku kedepannya, smoga ada hati yang baik yang luluh melihat anak jalanan
dan mau menjadi tenaga pengajar sukarela yang mau membagikan ilmunya bahkan
tenaganya untuk membina anak jalanan bersama sama.amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar