27 Mei 2015 sekitar
pukul 07.25 pagi, aku bersama kelompok interpersonal skill ku
(mirhan,aryani,akbar,atika) menyusuri jalanan sabilal, dan sekitaran jalan dekat
bank mandiri konvensional. Orang yang kami cari diantaranya: bapa bapa penyapu jalan,
anak jalanan, dan bapa/ibu yang sudah paruh baya. Tujuan dari kegiatan ini untuk
meringankan beban orang orang yang tidak berkecukupan ataupun kurang mampu
walaupun sehari dan tidak seberapa, intinya kegiatan ini salah satu pengabdian masyarakat
dari kami sebagai mahasiswa. Dan kegiatan ini tidak semata mata hanya tugas
dari dosen kami maupun untuk nilai.
Dari kegiatan
ini yang paling menyorot hati adalah seorang kakek yang sudah paruh baya dan
masih setia mengayuh becaknya berharap ada penumpang yang naik becaknya. Nama
beliau bp muhtar berumur 82 tahun (harusnya diumur yang senja ini beliau istirahat
sambil menikmati masa tuanya dan menuai hasil jerih payahnya setelah
membesarkan anak anaknya, tapi nyatanya harus berbanding terbalik). Penghasilan
beliau setiap harinya sekitar Rp 20 sd 15
itupun gak tentu (jadi pada saat kami menghampiri beliau dan memberikan
sedikit bantuan, mungkin ada perasaan senang mungkin saja dan kami berharap juga
seperti itu). Beliau mempunyai 8 orang anak (yang sangat aku tanyakan dari anak
beliau yang 8 ini kemana? Apa tidak berinisiatif untuk membantu orang tuanya?
Kalaupun sudah berkeluarga, otomatis setidaknya bisa membantu orang tuanya).
Dan beliau bertempat tinggal didaerah kelayan.
Notes: andai saja anak anak yang telah dibesarkan oleh orang
tuanya sampai dewasa bahkan sekarang sudah sukses maupun yang enggak sukses tapi
setidaknya berpenghasilan cobalah untuk merawat, menjaganya, menyayanginya
seperti halnya dulu beliau lakukan ketika kita kecil, dan akupun saat ini masih
berusaha untuk apa yang aku tulis.hehehe…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar