·
Mengajar
Pertama kali ngajar itu waktu
pertengahan semester 2, berawal dari organisasi juga sih sebenarnya.
Murid-murid aku kebanyakan berasal dari anak-anak jalanan, anak-anak yang memang
sedikit kekurangan biaya, selebihnya ada juga yang masih sekolah, lokasi aku
ngajar didaerah yang cukup agak kumuh. Perjuangan aku ngajar diantaranya:
terhalang restu orang tua khususnya ibu ku (menurut beliau anak jalanan itu
biar di didik bagaimanapun dia enggak bakalan berubah) tapi aku kekeh pada
pendirian aku dan yakin pasti bakalan berubah walaupun butuh proses, ngajar lah
aku tanpa sepengetahuan orang tua. Sebelum sampe kerumah anak didik aku, aku
pernah ngelewatin banjir bahkan nunggu hujan teduh diemperan toko bahkan juga
pernah digonggongin anjing. Hmmm tapi semua itu akhirnya terlewati, sebenarnya
mengajar itu sama dengan berbagi. berbagi dengan orang yang membutuhkan ilmu,
sekaligus ada rasa bahagia setelahnya. Berbagi banyak mengajarkan ku mengenai
ikhlas, sekaligus sedekah, bukan kah Allah mencintai hambanya jika ia mau
belajar mengenai ikhlas dan sedekah?. Dulu cita-cita aku pengen jadi diplomat
tujuannya karna pengen keliling dunia sama tinggal diluar negeri karna alur
cerita Allah kepada hambanya lebih baik dari rencana yang telah direncanakan
oleh hambanya jadilah sekarang aku menjadi relawan untuk anak jalanan
insyallah, dan impian ku kuliah di UI terbayarkan sudah dengan aku berkuliah di
IAIN Antasari.
Mondok
Demi
apapun aku tidak sama sekali berkeinginan untuk mondok atau apalah itu mengenai
memperdalam agama, apalagi harus pisah rumah sama orang tua. Tapi apalah daya
karna sudah ketetapan oleh pihak kampus, aku diharuskan mondok selama 3 bulan
penuh. Awal menjalaninya memang berat, 3 hari pertama selalu kangen orang tua,
kesepian, berasa serem, ahh pokoknya banyak lah rasa-rasa yang aneh selama 3
hari. Tapi semua terlewati dengan indah setelah dipertengahan bulan yang
awalnya enggak kenal jadi kenal bahkan makan bareng, masak bareng juga, wahh
unforgetable moment deh. Manfaat mondok itu juga banyak diantaranya: diajari
ngaji yang bener, belajar sholat berjamaah, sempet diajarin cara-cara sholat
dengan bener juga, dapet nasi bungkus gratis juga hehehe, yah pokoknya banyak
kegiatan-kegiatan positif yang sangat bermanfaat waktu mondok yang rasanya
pengen aku ulang lagi.
·
Ngejomblo
Dulu
aku sempet ngejomblo selama 2 tahun, rasanya ya begitulah alasanya karna engga
bisa move on, keseringan inget masa lalu, dan pada akhirnya menggebu-gebu
pengen punya pacar. Tapi sekarang aku jomblo dan Alhamdulillah rasa
menggebu-gebu buat punya pacar kaya dulu enggak ada malah pengen langsung nikah
aja tapi kebetulan belum lulus sama belum kerja ya apa boleh buat haha. Ada
seseorang yang disuka? Ya pasti ada, cuma aku lebih suka membagi cerita
mengenainya dengan sang pencipta adam sama mama juga. Tujuan cerita sama Allah
supaya plong aja rasanya, siapa tau setelah cerita bisa berjodoh hehe I hope
so. Dan tujuan cerita ke mama supaya ada keterbukaan antara anak dan ibu,
selebihnya ya biar tau aja sekalian minta masukan juga.
Kehilangan
Jika
ditanya pengen kehilangan (mengenai apapun)? Jawab ku tidak, kehilangan memang
menyakitkan tapi kalau kita tidak pernah mengalami kehilangan bisa saja kita
tidak belajar untuk ikhlas, sabar, tawakal, berserah diri, begitu juga dengan
yang aku alami. Makna kehilangan rasanya begitu banyak mengajarkan ku tentang
apapun khususnya belajar ikhlas, walau ku tau ikhlas sendiri pun perlu proses.
Dan ada keyakinan setiap apapun itu yang pergi dari kehidupan pasti akan
digantikan dengan yang lebih baik(amin).
·
Cinta-cinta kampret
Memulai
untuk pacaran atau cinta-cinta itu sejak
kelas X di sma, beberapa pengalaman diantaranya: pernah diduain sekaligus
digantungin juga, rasanya? Subhanallah sakit dan lagi-lagi harus mencoba untuk
ikhlas untungnya disela-sela belajar ikhlas ada hikmah dibaliknya. Pernah suka
sama kaka kelas XII namun bertepuk sebelah tangan, habis itu suka lagi sama
kaka kelas XI rela nanya sama wali kelas aku gimana watak kaka kelas yang aku
suka tapi apalah daya kaka kelasnya udah punya pacar. Lama setelah itu
Alhamdulillah punya pacar lagi, berselang 5 bulan pacaran aku lebih memutuskan
untuk ngejalani secara masing-masing. Beberapa hari kemudian jadian lagi lah
aku dengan orang lain yang lebih ngakak alias dia orangnya lebih humoris(disini
aku tidak melakukan praktek perselingkuhan, karna kebetulan ada yang cocok),
ngejalani hubungan selama hampir 6 bulan lamanya akhirnya kami break up karna
keegoisan ku. pernah ada perbincangan untuk rujuk kembali tapi ya gitu lah
terlalu bertele-tele. akhirnya jalan 2 tahun aku engga punya pacar setelah itu
aku punya pacar lagi waktu itu status aku sebagai mahasantri wati, cuma pacaran
beberapa hari aja soalnya dia lebih memilih focus keujian kebetulan pada saat
itu LDR juga. Dan beberapa bulan setelah itu aku punya pacar lagi hehe tapi
pacarannya kalo engga salah cuma 3 hari habis itu putus karna menurut aku dia
engga ngerti dengan kesibukan ku. setelah itu pacaran lagi sama ade kelas aku
waktu disma, ya tuhan aku sudah memilih laki-laki yang salah selain ada
beberapa factor kebohongan ternyata dia sedang dipenjara. Sekarang? Aku lebih
memilih untuk sendiri dulu, bukan tidak ingin pacaran lagi tapi rasanya aku
lelah. Aku terlalu banyak menemui pria yang hanya sekedar menjadi persinggahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar