Senin, 11 Januari 2016

Life of experiences




·        Mengajar
Pertama kali ngajar itu waktu pertengahan semester 2, berawal dari organisasi juga sih sebenarnya. Murid-murid aku kebanyakan berasal dari anak-anak jalanan, anak-anak yang memang sedikit kekurangan biaya, selebihnya ada juga yang masih sekolah, lokasi aku ngajar didaerah yang cukup agak kumuh. Perjuangan aku ngajar diantaranya: terhalang restu orang tua khususnya ibu ku (menurut beliau anak jalanan itu biar di didik bagaimanapun dia enggak bakalan berubah) tapi aku kekeh pada pendirian aku dan yakin pasti bakalan berubah walaupun butuh proses, ngajar lah aku tanpa sepengetahuan orang tua. Sebelum sampe kerumah anak didik aku, aku pernah ngelewatin banjir bahkan nunggu hujan teduh diemperan toko bahkan juga pernah digonggongin anjing. Hmmm tapi semua itu akhirnya terlewati, sebenarnya mengajar itu sama dengan berbagi. berbagi dengan orang yang membutuhkan ilmu, sekaligus ada rasa bahagia setelahnya. Berbagi banyak mengajarkan ku mengenai ikhlas, sekaligus sedekah, bukan kah Allah mencintai hambanya jika ia mau belajar mengenai ikhlas dan sedekah?. Dulu cita-cita aku pengen jadi diplomat tujuannya karna pengen keliling dunia sama tinggal diluar negeri karna alur cerita Allah kepada hambanya lebih baik dari rencana yang telah direncanakan oleh hambanya jadilah sekarang aku menjadi relawan untuk anak jalanan insyallah, dan impian ku kuliah di UI terbayarkan sudah dengan aku berkuliah di IAIN Antasari.

Mondok
Demi apapun aku tidak sama sekali berkeinginan untuk mondok atau apalah itu mengenai memperdalam agama, apalagi harus pisah rumah sama orang tua. Tapi apalah daya karna sudah ketetapan oleh pihak kampus, aku diharuskan mondok selama 3 bulan penuh. Awal menjalaninya memang berat, 3 hari pertama selalu kangen orang tua, kesepian, berasa serem, ahh pokoknya banyak lah rasa-rasa yang aneh selama 3 hari. Tapi semua terlewati dengan indah setelah dipertengahan bulan yang awalnya enggak kenal jadi kenal bahkan makan bareng, masak bareng juga, wahh unforgetable moment deh. Manfaat mondok itu juga banyak diantaranya: diajari ngaji yang bener, belajar sholat berjamaah, sempet diajarin cara-cara sholat dengan bener juga, dapet nasi bungkus gratis juga hehehe, yah pokoknya banyak kegiatan-kegiatan positif yang sangat bermanfaat waktu mondok yang rasanya pengen aku ulang lagi.

·        Ngejomblo
Dulu aku sempet ngejomblo selama 2 tahun, rasanya ya begitulah alasanya karna engga bisa move on, keseringan inget masa lalu, dan pada akhirnya menggebu-gebu pengen punya pacar. Tapi sekarang aku jomblo dan Alhamdulillah rasa menggebu-gebu buat punya pacar kaya dulu enggak ada malah pengen langsung nikah aja tapi kebetulan belum lulus sama belum kerja ya apa boleh buat haha. Ada seseorang yang disuka? Ya pasti ada, cuma aku lebih suka membagi cerita mengenainya dengan sang pencipta adam sama mama juga. Tujuan cerita sama Allah supaya plong aja rasanya, siapa tau setelah cerita bisa berjodoh hehe I hope so. Dan tujuan cerita ke mama supaya ada keterbukaan antara anak dan ibu, selebihnya ya biar tau aja sekalian minta masukan juga.

 Kehilangan
Jika ditanya pengen kehilangan (mengenai apapun)? Jawab ku tidak, kehilangan memang menyakitkan tapi kalau kita tidak pernah mengalami kehilangan bisa saja kita tidak belajar untuk ikhlas, sabar, tawakal, berserah diri, begitu juga dengan yang aku alami. Makna kehilangan rasanya begitu banyak mengajarkan ku tentang apapun khususnya belajar ikhlas, walau ku tau ikhlas sendiri pun perlu proses. Dan ada keyakinan setiap apapun itu yang pergi dari kehidupan pasti akan digantikan dengan yang lebih baik(amin).

·        Cinta-cinta kampret
Memulai untuk  pacaran atau cinta-cinta itu sejak kelas X di sma, beberapa pengalaman diantaranya: pernah diduain sekaligus digantungin juga, rasanya? Subhanallah sakit dan lagi-lagi harus mencoba untuk ikhlas untungnya disela-sela belajar ikhlas ada hikmah dibaliknya. Pernah suka sama kaka kelas XII namun bertepuk sebelah tangan, habis itu suka lagi sama kaka kelas XI rela nanya sama wali kelas aku gimana watak kaka kelas yang aku suka tapi apalah daya kaka kelasnya udah punya pacar. Lama setelah itu Alhamdulillah punya pacar lagi, berselang 5 bulan pacaran aku lebih memutuskan untuk ngejalani secara masing-masing. Beberapa hari kemudian jadian lagi lah aku dengan orang lain yang lebih ngakak alias dia orangnya lebih humoris(disini aku tidak melakukan praktek perselingkuhan, karna kebetulan ada yang cocok), ngejalani hubungan selama hampir 6 bulan lamanya akhirnya kami break up karna keegoisan ku. pernah ada perbincangan untuk rujuk kembali tapi ya gitu lah terlalu bertele-tele. akhirnya jalan 2 tahun aku engga punya pacar setelah itu aku punya pacar lagi waktu itu status aku sebagai mahasantri wati, cuma pacaran beberapa hari aja soalnya dia lebih memilih focus keujian kebetulan pada saat itu LDR juga. Dan beberapa bulan setelah itu aku punya pacar lagi hehe tapi pacarannya kalo engga salah cuma 3 hari habis itu putus karna menurut aku dia engga ngerti dengan kesibukan ku. setelah itu pacaran lagi sama ade kelas aku waktu disma, ya tuhan aku sudah memilih laki-laki yang salah selain ada beberapa factor kebohongan ternyata dia sedang dipenjara. Sekarang? Aku lebih memilih untuk sendiri dulu, bukan tidak ingin pacaran lagi tapi rasanya aku lelah. Aku terlalu banyak menemui pria yang hanya sekedar menjadi persinggahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Life After Long Time No Write

Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang la...