Senin, 04 Januari 2016

The second man who inspired me




Kamis, 24 desember 2015 hmmm… akhir tahun bukan? Kali ini pengen cerita tentang salah satu temen aku yang cukup menginspirasi. Dia seorang laki-laki yang mendekati dewasa sebenarnya bukan mendekati sih tapi udah dewasa hehe, umurnya 20 tahun beda setahun dengan aku. Walaupun begitu kami satu angkatan beda kampus dan jurusan, nama lengkapnya Adi Cipto Prakoso (jawa banar) biasa dipanggil adi (nama yang cukup manis), dia salah satu mahasiswa diuniversitas dibanjarmasin, dan seorang chef disalah satu cafe dibanjarmasin. Perkenalan kami berawal dari salah satu media social yang cukup ternama yaitu instagram, karna aku menyukai fhoto yang mengarah pada jadul dan kebetulan salah satu fhoto adi ada theme jadulnya dan kebetulan juga dibio ig nya adi ada pin bbnya karna niat baik pengen temenan aku invite dia buat jadi temen dibbm aku. Setelah lama kenal (engga terlalu lama juga) lalu aku ngajak adi buat ngopi bareng (suka ngopi karna sering ngeliat alm.ayah setiap pagi ngopi) ‘’waktu on the way dijalan’’
Adi: biasanya kamu ngopi sama ayah kamu dimana?
Aku: biasa diujung sana.
Adi: yaudah kita kesana aja, sekalian nostalgia
Aku: heleh nostalgia, orangnya juga udah engga ada di.
Adi: kan bernostalgia itu engga harus ada orangnya.
Aku: hmmm,,, iya sih.
          Saat adi bilang ‘’ kan bernostalgia itu engga harus ada orangnya’’ rasanya agak sedih sih, ada rasa kagum juga, Sedihnya ya gitu lah, Sesampainya ditempat ngopi aku lebih memilih tempat duduk yang tidak terlalu banyak para lelaki karna ‘’malu dan enggak enak aja rasanya’’. Setelah lama berbincang-bincang dengan adi, ternyata adi anaknya mandiri lebih dewasa yang aku kira dan lagi-lagi menemui teman yang semangat juang kuliahnya luar biasa, merelakan waktu mudanya buat kerja bayar kuliah (dan bayar kuliahnya cukup menguras) dan bahkan dia sempet ngamen (tau adi pernah ngamen jadi inget+kangen anak didik jalanan ku), sebelum aku ketemu adi otomatis aku cuma ngeliat adi lewat fhoto dan intinya pemikiran ku pada saat itu agak sedikit engga bagus tapi setelah ketemu yang engga bagus jadi bagus (pesan: intinya jangan liat orang dari covernya aja tapi kenali dulu orangnya). Adi itu anaknya sederhana engga neko-neko ya simple lah orangnya, pendiem juga engga, ya ditengah-tengah lah.
Some notes: lebih semangat kuliah di, kata pepatah bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian iam sure you know that mean. Terima kasih sudah menginspirasi (walaupun waktu berbincang-bincangnya sebentar), terima kasih juga sempet diajarin main gitar(dan yang ku tau main gitar itu engga gampang ternyata), terima kasih sudah dikenalin sama bapanya (berasa cium tangan alm.ayah ku). kamu cepet move on biar bisa dapet cinta baru lagi wehehhe (tapi kayanya udah deh, hmm jangan (typo) rom), terakhir walaupun kamu jauh berbeda sama pacar baru mantan kamu, kamunya jangan terlalu merendah diri dan inget jodoh itu engga kemana pasti akan kembali ketempatnya. Dan kalo engga kembali ketempatnya insyaallah pasti akan diganti sama yang lebih lebih baik sama allah. Sebelum itu bila ada salah khilaf dalam berkata-kata mohon maaf..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Life After Long Time No Write

Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang la...