Sebenarnya bersyukur itu gampang-gampang
susah, that’s mean kebanyakan gampangnya
dari pada susahnya hehe. Aku pribadi honestly agak susah awalnya tapi setelah
kesini-sininya ‘easy’ to do it. Kadang ketika sudah sampai dipuncak rasa
bersyukur ada rasa bahagia diiringi dengan rasa cukup setelahnya dan semakin
berasa lebih dekat dengan-Nya. ~that’s what I feel~
Waiter’s life, kerja sebagai waiter
itu cape, pegel linu. Tapi yang namanya hidup gak bakalan selamanya jadi
mahasiswi/a, gak selamanya hidup bergantung pada orang tua, gak selamanya hidup
berada pada roda yang paling atas, right?. pengen juga punya pengalaman ya
walaupun Cuma sekedar waiter, pengen juga mandiri engga Cuma meminta melainkan
bahkan memberi (nyatanya memberi itu lebih membahagiakan daripada meminta),
karena hidup gak selalu momok berada diroda yang paling atas kita dituntut untuk
berusaha. Lagi-lagi walaupun upah sebagai waiter hanya cukup memberi
kekenyangan pada perut at least aku sudah membuat kenyang perut ibu dan
adik-adik ku saat itu. (terima kasih banyak telah mendengar doa ku).
Penari bayaran, awal sebagai penari
hanya mikir “wah, lumayan bayarannya oke juga” itu mindset aku yang dulu hehe,
sekarang malah kesenengan dan bahkan hobby yang menyenangkan. Semua pekerjaan
yang dilakoni gak ada yang gampang kalo mindsetnya momok negative coba mikirnya
positif alias digampangin aja insyaallah bahagia lol.
Im missing my sweetheart(mio gt), sumpah
demi apapun aku super kangen dengan motor ku. terpaksa harus ku relakan dengan
orang lain untuk sementara waktu sampai dimasa aku memilikinya kembali. Karna
kehilanganya aku mengagalkan diri menjadi volunteer di AFS seandainya kalian tau
menjadi volunteer memang kesenangan ku dari dulu apalagi jika harus mengenai
AFS. Gagal menjadi volunteer memang mengecewakan ditambah ada hikmahnya juga.
Kekampus pun
dengan ojek, iya sejak motor ku alih tangan
kan dengan orang lain untuk sementara waktu aku harus naik ojek kekampus. Kalo
engga kasian kuliah ku apalagi insyaallah tahun depan bakalan wisuda (doain ya),
keuntungan naik ojek : tangan gak item, (itu aja) selebihnya pegel linu, rugi,
lebih menguntungkan naik motor sendiri. Tapi balik lagi syukur-syukur bisa
kuliah, tidak lain karena usaha ibu ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar