Jumat, 20 Januari 2017

My story LDR



Long time no see,  lama gak nongol tau-tau udah punya pacar... hee gak juga sih. To the point, awal kenal disalah satu media chatting online.. hmm waktu itu niatnya Cuma dan Cuma pengen improve english karna english aku tidak sangat cukup memuaskan (maaf mubazir kata-kata) dan sekarang improvenya agak mulai lancar dan yah cukup memuaskan. Back to si mas, setelah aku nyampe di chatting online itu dan udah mulai siap chatt  sama yang lain tau-taunya dia masuk alias ngechatt aku gak berbasa-basi dia langsung minta no WA. Dan pada saat itu entah kenapa langsung aku kasih, saat itu niatnya Cuma improve dan positif thinking aja karna hal yang baik berawal dari pemikiran yang baik.
Dia aslinya orang pakistan, tetapi menetap di UK, Lotun bersama keluarga besarnya. Aku pernah baca beberapa artickel bahwa laki-laki pakistan itu identik dengan merayu berlebih, memberikan kata-kata manis yang berlebih, dimedia chatting online khususnya sebenarnya tidak keseluruhan dari mereka tergantung dari masing-masing individu. Diarticle tersebut dibeberkan alasan kenapa mereka suka merayu dimedia chatting online dikarenakan budaya mereka, hampir 97% pernikahan dipakistan terjadi karena perjodohan dan selebihnya karna cinta itu pun dianggap sebagai hal yang memalukan. Sebagian masyarkat disana menikahkan anaknya harus sesama suku, sederajat, dan perempuan-perempuan disana tidak diperbolehkan keluar rumah kalau tidak didampingi oleh kerabat laki-lakinya. Jadi ya seperti itu lah sekilas tentang pakistan hehe.
Hampir 3 bulan beberapa minggu aku berhubungan dengannya aku tidak pernah dirayu atau pun diberi kata-kata manis yang berlebih yah sewajarnya aja bisa diitung pake jari malah. Dia tipenya cuek, tidak terlalu repot dengan hal-hal yang menurut dia susah, gak pernah sama sekali marah yang kelewatan (pernah marah Cuma beberapa menit), gak dihubungin beberapa hari dia juga gak marah padahal messages numpuk banget tapi dengan alasan logis juga sih. Kemungkinan karna dia cukup dewasa dengan umurnya dan pikirannya juga mungkin. Jadi ya seperti itu lah ..
Jadi ldr sebenarnya membuat sabar, belajar berfikir positif, jujur selama beberapa bulan aku ldr aku pernah bosan dan sangat bosan apalagi dengan perbedaan waktu. Waktu intens kami ngomong waktu indonesia pagi (kalo di uk tengah malam) dan waktu indonesia sore (diuk pagi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Life After Long Time No Write

Oke, hmmmm.... mulai dari mana ya?, gini aja berasa seperti sudah bertahun tahun ya tidak berkunjung untuk sekedar melihat postan yang la...