Long
time no see, lama gak nongol tau-tau
udah punya pacar... hee gak juga sih. To the point, awal kenal disalah satu
media chatting online.. hmm waktu itu niatnya Cuma dan Cuma pengen improve english karna english aku tidak sangat cukup memuaskan (maaf mubazir kata-kata)
dan sekarang improvenya agak mulai lancar dan yah cukup memuaskan. Back to si
mas, setelah aku nyampe di chatting online itu dan udah mulai siap chatt sama yang lain tau-taunya dia masuk alias
ngechatt aku gak berbasa-basi dia langsung minta no WA. Dan pada saat itu entah
kenapa langsung aku kasih, saat itu niatnya Cuma improve dan positif thinking
aja karna hal yang baik berawal dari pemikiran yang baik.
Dia
aslinya orang pakistan, tetapi menetap di UK, Lotun bersama keluarga besarnya. Aku
pernah baca beberapa artickel bahwa laki-laki pakistan itu identik dengan
merayu berlebih, memberikan kata-kata manis yang berlebih, dimedia chatting
online khususnya sebenarnya tidak keseluruhan dari mereka tergantung dari
masing-masing individu. Diarticle tersebut dibeberkan alasan kenapa mereka suka
merayu dimedia chatting online dikarenakan budaya mereka, hampir 97% pernikahan
dipakistan terjadi karena perjodohan dan selebihnya karna cinta itu pun dianggap
sebagai hal yang memalukan. Sebagian masyarkat disana menikahkan anaknya harus
sesama suku, sederajat, dan perempuan-perempuan disana tidak diperbolehkan
keluar rumah kalau tidak didampingi oleh kerabat laki-lakinya. Jadi ya seperti
itu lah sekilas tentang pakistan hehe.
Hampir
3 bulan beberapa minggu aku berhubungan dengannya aku tidak pernah dirayu atau
pun diberi kata-kata manis yang berlebih yah sewajarnya aja bisa diitung pake
jari malah. Dia tipenya cuek, tidak terlalu repot dengan hal-hal yang menurut
dia susah, gak pernah sama sekali marah yang kelewatan (pernah marah Cuma beberapa
menit), gak dihubungin beberapa hari dia juga gak marah padahal messages numpuk
banget tapi dengan alasan logis juga sih. Kemungkinan karna dia cukup dewasa
dengan umurnya dan pikirannya juga mungkin. Jadi ya seperti itu lah ..
Jadi
ldr sebenarnya membuat sabar, belajar berfikir positif, jujur selama beberapa
bulan aku ldr aku pernah bosan dan sangat bosan apalagi dengan perbedaan waktu.
Waktu intens kami ngomong waktu indonesia pagi (kalo di uk tengah malam) dan
waktu indonesia sore (diuk pagi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar