Hampir
2 tahun mendekati satu bulan, sejak kejadian itu rasa bersama kami terasa
hambar dan berasa kaya we are not family anymore. Kehilangan salah satu utama
anggota keluarga memang sangat tidak gampang, tapi dari sisi kehilangan setidaknya
aku tau bagaimana rasanya benar-benar kehilangan (mubazir kata-kata gak sih? Bodo
amat). Tuhan tidak mungkin mengambil sesuatu dari kita tanpa alasan.
Aku
rindu moment dimana kita melepas jenuh dihari sabtu dan minggu, rindu moment
dimana seorang ayah mengkhawatirkan anak perempuannya, rindu yang dulu ku sebut
ia panutan dalam hidup, rindu akan rasa takut ku terhadapnya, dan rindu
segala-galanya mengenai ia.
Banyak
perubahan dalam hidup yang gak disangka-sangka, yang awalnya dikasih rejeki
melimpah tapi seketika limpahan rejekinya diambil tiba-tiba. Kalo gak kuat iman
you can be crazy. Yang benar-benar lengkap as perfect family tiba-tiba beliau
menghembuskan nafas terakhir meninggalkan 1 orang istri dan 3 orang anak yang
masih memerlukan biaya pendidikan dan juga yang terpenting kasih sayang. Tapi hidup
bukan melulu mengenai keluh dan keluhan, ada saatnya kita mengikhlaskan apa
yang benar-benar hilang, ada saatnya kita benar-benar rela dan berserah diri
apapun itu ketentuan oleh-Nya. Karena pada dasarnya kita sebagai umat hanya
sekedar menjalankan alur cerita yang dibuat-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar